"Untuk kesehatan, itu kita pakai yang 2,5. Kalau nanti partikel yang lebih besar kita anggap sudah mulai menurun, tapi 2,5-nya masih ada, masih tinggi," jelasnya.

"Saya mengimbau kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan tetap menggunakan masker karena particulate matter-nya yang 2,5 masih di atas normal," katanya.

16.759 Kasus ISPA di Wilayah Terdampak

Kemenkes juga terus memantau dampak kesehatan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Hingga 6 September 2026, tercatat 16.759 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara kumulatif di wilayah terdampak abu vulkanik. Kasus tersebut tersebar di empat provinsi dan 23 kabupaten/kota.

Sebanyak 3.771 kasus terjadi pada kelompok usia 0-5 tahun, sedangkan 12.988 kasus terjadi pada kelompok usia di atas 5 tahun.