Dante mengatakan kejadian ISPA pada 2026 terpantau lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan.
"Yang paling penting adalah bahwa masyarakat tetap harus waspada. Walaupun bandara sekarang sudah dibuka, ternyata masalah kesehatan dari pengukuran particulate counter ini masih terus berdampak untuk kesehatan," ujarnya.
Dante menyarankan masyarakat mengurangi paparan abu vulkanik dan partikulat, terutama ketika kualitas udara belum membaik.
"Misalnya stay at home, kemudian menggunakan masker, kalau ada gejala datang ke fasilitas kesehatan," katanya.
Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terlebih di wilayah yang masih memiliki konsentrasi partikulat tinggi.
Kemenkes akan terus melakukan pemantauan kualitas udara dan dampak kesehatan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.