"Kedua, bentuk sumbangan nyata Indonesia bagi dunia selalu menguatkan riset-riset klinis kita yang kali ini kita lakukan di Universitas Indonesia," kata Dante.

Dante menjelaskan pada 2025, ditemukan 867 ribu kasus TB, yakni sebesar 80 persen dari estimasi, sementara pada 2026, upaya deteksi TB semakin baik dengan diintegrasikannya pemeriksaan TB dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta pemeriksaan kontak serumah yang menjangkau 19,7 persen dari target 80 persen.

Ia mengatakan penanggulangan TB adalah tantangan besar yang membutuhkan peran akademisi, klinisi, swasta, dan publik, karena studi itu membuahkan bukti yang dapat mendorong penanganan TB melalui pendekatan baru di masa depan.

Dalam kesempatan yang sama, Principal Investigator Studi PHOTON Rina Agustina mengatakan, eratnya hubungan TB dengan status gizi dan kondisi sosial ekonomi, intervensi gizi berpotensi menjadi strategi pelengkap melindungi kelompok resiko dan mendukung pencepatan eliminasi TB.