"Studi RATIONS di India yang dipublikasikan di Lancet menunjukkan dukungan gizi menurunkan kejadian TB paru terkonfirmasi bakterologis hingga 48 persen pada kontak serumah pasien TB," kata Rina.
Ia mengatakan temuan itu menjadi landasan untuk studi PHOTON, yang bertujuan mengevaluasi efikasi suplementasi gizi selama enam bulan dalam menurunkan kejadian TB yang terkonfirmasi bakterologis baik TB paru maupun ekstra paru pada kontak serumah pasien TB.
Rina mengatakan, studi itu melibatkan 78.400 peserta. Di Indonesia, studi dipimpin Universitas Indonesia bersama para mitra sementara Tanzania, penelitian tersebut dipimpin National Institute for Medical Research atau NIMR.
"Penelitian ini membandingkan 3 pendekatan suplementasi gizi, yaitu vitamin B, kombinasi vitamin B dan multi micronutriens supplementation, serta kombinasi vitamin B, multi micronutriens, dan balanced energy protein dengan kelompok placebo sebagai pembanding. Manfaatnya kita harapkan akan dievaluasi selama 24 bulan," katanya.