NADIKABAR.COM β€” Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benyamin Paulus Octavianus mengapresiasi kehadiran Puskesmas Ramah Ibu dan Anak di UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat, Bali, karena dapat membantu mencegah risiko kematian ibu dan bayi.

β€œSelain memberikan pelayanan kesehatan secara umum, puskesmas ini juga memiliki pelayanan khusus ibu dan anak yang tentu bermanfaat dalam mencegah risiko meninggalnya ibu dan anak,” kata Wamenkes Benyamin Paulus saat meresmikan UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat, Selasa.

Wamenkes mengatakan keberadaan fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan khusus bagi ibu dan anak menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Ia juga menyampaikan pemerintah akan mendorong renovasi sejumlah fasilitas kesehatan milik pemerintah, termasuk puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Selain infrastruktur, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan, terutama dokter spesialis, untuk mendukung pemerataan pelayanan kesehatan.

β€œKami mendorong tumbuhnya SDM kesehatan, terutama dokter spesialis, untuk mewujudkan kesetaraan dan pemerataan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan yang bermuara pada peningkatan angka harapan hidup masyarakat,” ujar Wamenkes.

Dalam peresmian tersebut Wamenkes Benyamin Paulus didampingi Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan dilanjutkan peninjauan sejumlah fasilitas seperti ruang gawat darurat, ruang persalinan, poliklinik, serta ruang rawat inap pasien bersalin.

Wakil Wali Kota Arya Wibawa mengatakan puskesmas tersebut memiliki Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) yang siap memberikan penanganan kegawatdaruratan selama 24 jam terhadap ibu hamil, bersalin, nifas, serta bayi baru lahir.

β€œMelalui konsep Puskesmas Ramah Ibu dan Anak, kami ingin memastikan setiap ibu yang datang memperoleh pelayanan yang aman, nyaman, cepat, manusiawi, serta menghargai hak dan kebutuhan ibu,” katanya.

Puskesmas tersebut juga menyediakan pelayanan persalinan dan layanan Damakesmas selama 24 jam.

Sebelum dikembangkan menjadi fasilitas pelayanan kesehatan, kawasan tersebut merupakan lokasi pasar loak yang kemudian sempat dimanfaatkan sebagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan kawasan pertanian perkotaan (urban farming).