NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan sebanyak 126 ribu orang meninggal dunia per tahun akibat tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Tingginya angka kematian tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah memperkuat upaya pemberantasan TBC secara nasional.
Hal itu disampaikan Benjamin saat menghadiri kegiatan Hospital Leadership for TB Elimination di Balai Kota Jakarta, Rabu (28/10/2026). Kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat komitmen pimpinan rumah sakit dalam mendukung target eliminasi TBC di Jakarta pada 2030.
Benjamin mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap persoalan TBC di Indonesia. Menurutnya, penanganan penyakit tersebut menjadi salah satu tugas yang harus dipimpin langsung olehnya sebagai Wamenkes.
"Beliau (Presiden Prabowo) mendapatkan data ini ya, ada 126.000 orang meninggal karena di Indonesia karena tuberkulosis. Lalu beliau memanggil saya, 'Tolong, kan kamu ahli paru. Selain tugasmu di Kemenkes sebagai Wamenkes, banyak yang lain, tambah salah satu tugas pokokmu pemberantasan TBC,'" kata Benjamin.
Dia menegaskan penanganan TBC membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, rumah sakit, puskesmas, hingga tenaga kesehatan.
Benjamin juga menyoroti tren kasus TBC di Indonesia. Dia menyebut proporsi kasus TBC Indonesia terhadap kasus global meningkat dari sekitar 7% pada 2010 menjadi 10% pada 2024.