Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya yang lebih serius untuk menekan penularan penyakit TBC di masyarakat. Benjamin mengatakan capaian pengobatan TBC di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Dia mencontohkan, pada 2021, kasus TBC yang mendapatkan pengobatan baru mencapai 46%. Sementara pada tahun lalu, angkanya meningkat menjadi sekitar 80%.

"Artinya, seluruh rumah sakit di DKI ini maupun puskesmas telah melakukan percepatan kerja dua kali lipat dibanding 4 tahun lalu. Terima kasih ya, karena ini jasanya mereka ini," ujarnya.

Meski begitu, Benjamin menilai tantangan besar penanggulangan TBC tidak hanya terletak pada pengobatan pasien yang sudah ditemukan, tetapi juga pada pencegahan penularan. Dia menyoroti rendahnya cakupan pemberian terapi pencegahan TBC (TPT) di Indonesia. Berdasarkan paparan yang disampaikannya, cakupan pencegahan TBC pada 2022 baru sekitar 1%.

Benjamin mencontohkan, suatu daerah dapat menemukan dan mengobati sebagian besar pasien TBC, tetapi jumlah kasus yang ditemukan berpotensi tetap tinggi pada tahun berikutnya apabila upaya pencegahan penularan tidak berjalan optimal.