β€œIni yang diharapkan menjadi penguatan sumber-sumber penerimaan,” ucap dia.

Di sisi pembiayaan, menurut dia, pemerintah dinyatakan menjaga defisit APBN 2027 pada level 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Strategi pembiayaan akan lebih mengutamakan optimalisasi sumber domestik untuk mengurangi kerentanan terhadap gejolak eksternal.

Kebijakan pembiayaan anggaran tahun 2027 akan diarahkan untuk mengendalikan defisit dan pembiayaan dalam batas aman dan sustainable, pembiayaan utang sebagai langkah antisipatif, serta active cash and debt management.

Selain itu, pemerintah disebut mengoptimalkan peran Danantara, Special Mission Vehicle, Badan Layanan Umum, dan Sovereign Wealth Fund, meningkatkan akses pembiayaan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), serta mengoptimalkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai buffer untuk mitigasi ketidakpastian.

β€œStrategi utamanya adalah tetap fokus dominannya di pembiayaan dari domestik yang relatif tidak rentan terhadap gejolak global. Surat Berharga Negara (SBN) kita sekarang ini mungkin hanya 13-14 persen yang dimiliki asing. Sementara, 10 tahun lalu SBN kita hampir 40 persen yang dimiliki asing. Ini tentu saja bisa mengurangi kerentanan di pasar uang dan pasar valas kita,” ungkap Wamenkeu.