NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyatakan kebijakan subsidi energi akan terus dilakukan perbaikan agar semakin tepat sasaran.

“Saya kira kebijakan subsidi yang tepat sasaran ini sudah on the pipeline, baik itu listrik, BBM (bahan bakar minyak), maupun LPG (Liquefied Petroleum Gas). Ini kan sebagian belum benar-benar tepat sasaran. Ini yang terus akan dilakukan perbaikan agar subsidi benar-benar mengena pada sasarannya,” ujarnya saat Media Gathering Kementerian Keuangan di Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Dalam kesempatan tersebut, dia menerangkan bahwa pergerakan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) memiliki keterkaitan langsung terhadap postur defisit anggaran. Setiap kenaikan ICP sekitar 6,1 dolar AS, lanjutnya, diperkirakan berdampak terhadap peningkatan defisit sebesar Rp6,8 triliun akibat beban subsidi melonjak.

Kenaikan biaya energi ini dinilai memerlukan langkah pengendalian yang baik agar tak menekan fleksibilitas fiskal. Karena itu, skema kebijakan subsidi energi yang tepat sasaran akan terus diperbaiki agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.