β€œIni tentu jangka panjang yang harus membuat kita semakin presisi dalam melakukan analisis kebakaran hutan dan lahan, tidak boleh lagi melalui pola-pola konvensional,” ujar dia menambahkan.

Wamenko Pangan mengatakan, selama ini pemerintah memang masih mengandalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai salah satu upaya penanggulangan permanen dari karhutla.

β€œSelama ini kita mengharapkan OMC sebagai salah satu atau satu-satunya penanggulangan permanen karhutla. Hari ini dikoreksi oleh alam, pada saat tidak ada uap air, sehingga maka penanganan permanen adalah menyiapkan kesiapan landscape yang tahan kebakaran hutan dan lahan,” jelas Hanif.

Di sisi lain, ia mengatakan, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan kini diharapkan bisa rampung dalam waktu 1-2 minggu ke depan, dengan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah/provinsi, asosiasi usaha, hingga masyarakat setempat.