“Dengan patroli itu kita harapkan api-api yang disengaja, api yang mungkin masih akan timbul, kita bisa cegah sebaik-baiknya, seteketat-ketatnya,” ujarnya.
Selain itu, ia mengatakan pemerintah bersama para pemangku kepentingan terkait juga masing-masing melakukan kalkulasi terkait anggaran, alat-alat yang diperlukan, kebutuhan air, hingga sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan.
“Untuk anggaran, sekali lagi ini kan kita ‘keroyokan’ (sinergi), ya, kita mengundang semua unit usaha yang berada di Kalimantan Selatan. Jadi masing-masing akan mengkalkulasi,” kata Hanif.
“Kita merincikan, memberikan guidance, apa saja alat-alat yang diperlukan, kemudian berapa panjang selang, berapa unit pompa, berapa tenaga yang harus disiapkan, kemudian larutan apa yang untuk kemudian formulasi itu untuk mencegah menjalarnya api di lahan gambut,” tambahnya.