NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria membeberkan empat langkah lanjutan untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia.
"Dalam 30 hari ke depan, saya berharap Kementerian Komunikasi dan Digital bersama asosiasi industri akan merangkul hasil seluruh panjang dari dokumen kualitas, infrastruktur, dan teknologi yang bisa kita tindak lanjuti,” kata Nezar dalam Bali Tech Week (BTW) 2026 di Denpasar, Bali, Kamis.
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan merumuskan kebutuhan kualitas infrastruktur dan teknologi digital untuk memperkuat ekosistem digital di masa depan. Hasil pembahasan itu diharapkan dapat dirangkum menjadi dokumen yang bisa ditindaklanjuti bersama.
Langkah kedua adalah membuat inisiatif percontohan yang melibatkan pemerintah dan industri untuk membangun infrastruktur digital, dengan melibatkan dewan ekonomi, korporasi, dan para pelaku industri.
Berikutnya, Nezar menekankan pentingnya memperkuat talenta dan inovasi sebagai bagian dari transformasi digital. Sebab, penguatan sumber daya manusia diperlukan untuk mengimbangi pembangunan infrastruktur yang membutuhkan belanja modal besar.
Dia juga menyoroti pentingnya kemampuan inovasi agar ekosistem digital yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu mengoptimalkan infrastruktur yang sudah tersedia.
Langkah terakhir yang dia sebutkan berkaitan dengan kebijakan dan investasi. Regulasi yang ada perlu ditinjau kembali agar sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.
Dia mencontohkan perkembangan bisnis berbasis satelit orbit bumi rendah (low earth orbit/LEO) yang semakin kuat sebagai salah satu terobosan untuk mengatasi keterbatasan jaringan telekomunikasi di daerah-daerah tertentu.
Menurut dia, kemampuan teknologi LEO juga semakin meningkat sehingga regulasi perlu berkembang mengikuti perubahan tersebut. Dia menilai masih ada aspek dalam ekosistem teknologi yang belum tercakup dalam regulasi yang berlaku.
Nezar berharap evaluasi dapat dilakukan untuk melihat hal-hal yang sudah berjalan, yang belum terlaksana, serta upaya yang perlu dipercepat.
Di samping itu, dia menyebut penyelenggaraan Bali Tech Week 2026 menjadi inisiatif untuk menyatukan ekosistem mulai dari infrastruktur hingga pemanfaatannya dalam ekosistem digital, agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor kreatif melalui konektivitas yang bermakna.