Dia juga menyoroti pentingnya berpegang pada Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) sebagai salah satu kerangka bagi interaksi dan penyelesaian perbedaan secara damai di kawasan.
Dalam konteks tersebut, Havas mendorong agar dialog dalam Lokakarya Laut China Selatan diterjemahkan ke dalam proyek-proyek konkret sebagai bentuk confidence-building measures.
Upaya tersebut dinilai penting untuk mempertahankan dialog yang konstruktif sekaligus mencegah eskalasi ketegangan dan konflik di Laut China Selatan.
Lokakarya tahun ini mempertemukan 85 akademisi, perwakilan lembaga pemikir pemerintah, serta peserta dari China, Brunei Darussalam, Indonesia, Laos, Vietnam, Filipina, Myanmar, dan Taiwan.