NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta mendorong institusi pendidikan seperti Paguyuban Pasundan untuk bertransformasi menjadi kawah candradimuka yang melahirkan "otak politik dan ekonomi" nasional yang bisa menavigasi ancaman global.

"Ini guna menavigasi ancaman perang hibrida dan perang kognitif global," kata Anis Matta saat memberikan Kuliah Umum Wawasan Geopolitik dan Kebangsaan hasil kerja sama Kementerian Luar Negeri RI dengan Paguyuban Pasundan di Aula Paguyuban Pasundan, Bandung, Rabu.

Di hadapan jajaran Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, pimpinan yayasan, rektor, dekan, hingga guru besar Universitas Pasundan, Anis Matta menekankan pentingnya lembaga pendidikan berbasis organisasi kemasyarakatan (ormas) ini untuk tidak sekadar memproduksi lulusan akademik biasa, melainkan mencetak aktor politik canggih yang mampu membaca konstelasi global, seperti saat ini persaingan Amerika Serikat dan China.

"Perang sekarang bersifat hibrida. Ada politiknya, ada ekonominya, ada sisi geografisnya, ada intelijennya, ada budayanya, dan ada medianya. Semua aspek terlibat dalam pertempuran," kata Anis Matta.