Purwadi juga menitipkan tiga bekal kepada para alumni, yakni perspektif yang lebih luas, relasi lintas instansi yang tetap terjaga, serta hasil kerja yang nyata. Ia mendorong agar hubungan yang terbentuk selama pelatihan dimanfaatkan untuk membantu penyelesaian persoalan bersama.

Selain itu, integritas perlu tetap menjadi pegangan. Menurut Purwadi, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya dilihat dari seberapa cepat hasil dicapai, tetapi juga dari proses yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menutup arahannya, Purwadi mengajak para alumni membawa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan untuk memperkuat kinerja di instansi masing-masing.

"Mari terus bergerak bersama, membangun kolaborasi, dan menghadirkan birokrasi yang semakin berdampak bagi masyarakat," tutur Purwadi.

Sementara itu, Kepala LAN, Muhammad Taufiq menyampaikan bahwa PKN Tingkat I Angkatan LXVII merupakan penyelenggaraan kedua yang menggunakan kurikulum baru tahun 2026. Kurikulum tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi strategis dalam menerjemahkan prioritas pembangunan nasional ke dalam kebijakan lintas sektor.

"Kepemimpinan strategis pada era sekarang tidak lagi diukur dari seberapa besar kewenangan yang dimiliki, tetapi dari seberapa besar kemampuan seorang pemimpin dalam membangun keselarasan, menyatukan aktor yang beragam, dan mengorkestrasi sumber daya untuk menghasilkan dampak publik yang nyata," ungkap Taufiq.