Kemudian, pergeseran pola belanja juga terlihat pada pilihan akomodasi. Wisatawan yang sebelumnya memilih hotel berbintang tertentu mulai beralih ke vila.

"Jadi ini pergeseran konsumsinya. Jadi villa-villa itu bertumbuh banyak sekali," kata Ni Luh.

Menurut dia, vila menjadi pilihan karena menawarkan privasi dan dapat digunakan bersama keluarga. Pertumbuhan vila, kata dia, juga terlihat di Yogyakarta.

Sementara itu, konsumsi makanan dan minuman masih menunjukkan pertumbuhan. Ni Luh mengatakan data yang dikeluarkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan sektor tersebut masih tumbuh.

"Artinya untuk makan minum kalau di kita itu kan restoran, kafe, rumah makan itu masih tumbuh. Masih terjadi pertumbuhan," ujarnya.

Hal lain yang dia sampaikan yakni jumlah perjalanan wisatawan masih mengalami pertumbuhan. Ia menyebut perjalanan wisatawan domestik tumbuh di atas 4 persen, sedangkan wisatawan mancanegara tumbuh di atas 5 persen.

"Jadi kita melihat bahwa ada memang pergeseran. Pergeseran wisatawan dalam cara menggunakan uangnya. Tapi kalau dari jumlah perjalanan, kita lihat masih mengalami pertumbuhan," kata Ni Luh.