Selain itu, kedisiplinan seorang pembimbing mutlak diperlukan sebelum mereka menerapkan aturan serupa kepada para siswa.
Pendidikan di Sekolah Rakyat sejatinya tidak melulu berpatokan pada pencapaian nilai akademik di atas kertas. Pembangunan karakter justru memegang peranan paling penting untuk mencetak pribadi mandiri dan berdaya saing. Wali asuh memegang kendali penuh atas kehidupan keseharian siswa di luar jam pelajaran kelas.
"Yang bertugas membangun karakter di luar jam belajar di kelas adalah wali asuh dan wali asrama. Tujuannya adalah agar anak-anak menjadi pintar, berkarakter, dan mandiri," katanya.
Untuk itu, sinergi antara pendidikan formal dan pendidikan moral asrama akan menghasilkan lulusan berkualitas unggul.
Kemensos terus memastikan keberlanjutan pendampingan ini dikawal ketat hingga seluruh siswa tuntas menyelesaikan studinya. Akses pendidikan terpadu ini sengaja dirancang demi mengangkat derajat keluarga dari jurang kemiskinan. Para lulusan nantinya diharapkan leluasa memilih jalur melanjutkan pendidikan lanjutan, bekerja, maupun merintis usaha mandiri.
"Potensi mereka sama dengan anak-anak yang lain, cuma latar belakangnya yang berbeda. Tugas kalian menjadikan anak-anak kita menjadi anak-anak yang besar," pungkasnya.