Diketahui, SKB menjadi pintu gerbang bagi anak-anak yang sebelumnya tidak sekolah, putus sekolah, atau belum memperoleh kesempatan belajar untuk kembali mendapatkan akses pendidikan. Mereka akan menjalani Pendidikan Kesetaraan Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA) yang terbuka untuk semua usia, dengan sistem pembelajaran yang fleksibel dan inklusif.

Agus Jabo menjelaskan Presiden Prabowo tengah berjuang menegakkan konstitusi agar seluruh rakyat Indonesia dapat tersenyum bahagia. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui program pendidikan seperti SKB dan Sekolah Rakyat.

"Pak Presiden ingin seluruh anaknya bisa bersekolah. Yang tidak bisa bersekolah karena faktor ekonomi, Pak Presiden memerintahkan negara yang akan menyekolahkan mereka. Negara yang akan menjemput mereka, negara yang akan mendampingi mereka, negara yang akan mengantarkan mereka, anak-anak dari keluarga yang tidak mampu ini untuk bisa mewujudkan apa yang menjadi cita-cita mereka," jelasnya.

Untuk itu, Agus Jabo mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi menjamin kesejahteraan sosial terhadap fakir miskin dan anak terlantar, seperti yang tertuang dalam Pasal 34 UUD 1945.