Wamensos menyebut pembangunan sekolah permanen terus dikebut agar semakin banyak daerah dapat bergabung dalam program tersebut.
"Kita sedang berjuang supaya pembangunan Sekolah Rakyat permanen di tahun ini 200. Sekarang baru ada 158. Kalau kemudian Pekalongan bisa mengejar itu, mudah-mudahan bisa ikut tahun ini," tutur Agus Jabo Priyono.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman menyampaikan kesiapan pemerintah daerah menyediakan lahan seluas 8,1 hektare berstatus hak pakai untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyatakan siap memenuhi persyaratan administrasi yang diperlukan, dan berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan dapat terealisasi pada 2027.
"Sekolah Rakyat itu di Kedungwuni itu kecamatan strategis karena kecamatan kedua terbesar setelah Kajen dengan pusat pertumbuhan ekonomi yang cukup lumayan dan tingkat mobilitas warga juga sangat tinggi," ucap Sukirman.