NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan Sekolah Rakyat menjadi jembatan emas bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk meraih cita-cita dan memutus transmisi kemiskinan antargenerasi, salah satunya pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan.
Melalui pendidikan berasrama, anak-anak mendapat kesempatan mengembangkan potensi dan membangun masa depan tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarga. Program itu diprioritaskan bagi anak-anak keluarga miskin desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Anak-anak (dari keluarga) miskin yang sudah gelap (harapannya), sekarang (di Sekolah Rakyat) ingin jadi dokter, tentara, ingin jadi polisi, ada jalannya. Jadi Sekolah Rakyat ini betul-betul jembatan emas mereka membangun harapan baru," kata Agus Jabo dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Agus Jabo menjelaskan, penentuan calon siswa dilakukan melalui verifikasi langsung ke rumah untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi keluarga, berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Hasil verifikasi kemudian dibahas di tingkat kabupaten sebelum daftar calon siswa ditetapkan oleh bupati dan disampaikan kepada Menteri Sosial.
"Jadi nanti target maksimalnya itu ke depan ini 2.500 siswa (SD, SMP, SMA). Sekarang ini masih kapasitas 1.000-1.500," ujarnya.
Selain pembelajaran formal, Sekolah Rakyat memberikan pendidikan karakter dan fasilitas yang memadai bagi siswa dari keluarga prasejahtera.
"Kalau misalnya nanti di Pekalongan ada Sekolah Rakyat, saya pikir itu sebagai salah satu hal yang luar biasa. Walaupun ini untuk orang miskin, tapi sarana-prasarananya dibuat yang sebagus mungkin," kata Agus melanjutkan.
Menurutnya, pengentasan kemiskinan perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pendidikan anak, tetapi juga dengan memperbaiki kondisi tempat tinggal dan memperkuat ekonomi keluarga.
"Konsepnya, anaknya kita sekolahkan, rumah orang tuanya kita perbaiki, dan ekonominya kita bantu. Jadi ini pengentasan kemiskinan (dilakukan) secara komprehensif," ucap dia.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di berbagai daerah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak keluarga miskin.
Wamensos menyebut pembangunan sekolah permanen terus dikebut agar semakin banyak daerah dapat bergabung dalam program tersebut.
"Kita sedang berjuang supaya pembangunan Sekolah Rakyat permanen di tahun ini 200. Sekarang baru ada 158. Kalau kemudian Pekalongan bisa mengejar itu, mudah-mudahan bisa ikut tahun ini," tutur Agus Jabo Priyono.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman menyampaikan kesiapan pemerintah daerah menyediakan lahan seluas 8,1 hektare berstatus hak pakai untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyatakan siap memenuhi persyaratan administrasi yang diperlukan, dan berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan dapat terealisasi pada 2027.
"Sekolah Rakyat itu di Kedungwuni itu kecamatan strategis karena kecamatan kedua terbesar setelah Kajen dengan pusat pertumbuhan ekonomi yang cukup lumayan dan tingkat mobilitas warga juga sangat tinggi," ucap Sukirman.