NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan Sekolah Rakyat menjadi jembatan emas bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk meraih cita-cita dan memutus transmisi kemiskinan antargenerasi. Oleh karena itu, dia mendorong pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan.

Melalui pendidikan berasrama, anak-anak mendapat kesempatan mengembangkan potensi dan membangun masa depan tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarga. Program ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin yang masuk desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Anak-anak (dari keluarga) miskin yang sudah gelap (harapannya), sekarang (di Sekolah Rakyat) pengen jadi dokter, tentara, ingin jadi polisi, ada jalannya. Jadi Sekolah Rakyat ini betul-betul jembatan emas mereka membangun harapan baru," kata Agus Jabo saat menerima audiensi Plt Bupati Pekalongan Sukirman di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Selasa (29/9/2026).

Agus Jabo menjelaskan penentuan calon siswa dilakukan melalui verifikasi langsung ke rumah untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi keluarga berdasarkan DTSEN. Hasil verifikasi kemudian dibahas di tingkat kabupaten sebelum daftar calon siswa ditetapkan oleh bupati dan disampaikan kepada Menteri Sosial.

"Jadi nanti target maksimalnya itu ke depan ini 2.500 siswa (SD, SMP, SMA). Sekarang ini masih kapasitas 1.000-1.500," kata Agus Jabo.

Selain pembelajaran formal, Sekolah Rakyat memberikan pendidikan karakter dan fasilitas yang memadai bagi siswa dari keluarga prasejahtera.