Melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pemerintah berupaya menyatukan data sosial ekonomi sebagai salah satu dasar pelaksanaan program. Menurutnya, kualitas data menjadi faktor penting dalam membangun tata kelola dan sistem pendidikan Sekolah Rakyat.
"Data yang salah menyebabkan apa yang kita programkan, apa yang kita kerjakan, tidak tepat sasaran," tegasnya.
Agus Jabo juga menyoroti masih adanya anak-anak yang tidak dapat mengakses pendidikan karena keterbatasan ekonomi. Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi kesenjangan pendidikan dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
"Kalau yang mampu bisa membiayai sekolahnya sendiri, tentunya yang tidak mampu, yang miskin, yang kurang mampu, negara yang harus menjemput mereka, yang harus mendampingi mereka," ujarnya.
Karena itu, Agus Jabo meminta para operator Sekolah Rakyat memahami tujuan program dan menjalankan tugas pengelolaan Dapodik dengan dedikasi serta tanggung jawab. Ia menilai operator memiliki posisi strategis karena data yang dikelola menjadi fondasi bagi sistem tata kelola Sekolah Rakyat dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.