Upaya tersebut tidak cukup hanya meningkatkan produksi, tetapi juga perlu mencakup pengolahan, penguatan kelembagaan, dan pemasaran agar hasil usaha peternak memiliki nilai tambah.
Ia mengapresiasi inisiatif koperasi produsen yang mengembangkan unit pengolahan susu kambing dengan dukungan konsultasi akademik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.
Pemerintah Kabupaten Magelang turut mendukung melalui penyediaan peralatan pengolahan.
"Saya berharap ini menjadi teladan, bukan hanya keteladanan di tingkatan Kabupaten Magelang, tapi saya berharap sekali akan muncul Rojo Koyo Utomo yang lain di Kabupaten Magelang," kata Grengseng.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penyerahan sertifikat halal, Nomor Kontrol Veteriner (NKV), dan cara budi daya ternak yang baik. Acara juga diisi dengan demonstrasi aplikasi TUMRAPE (Tumbuh Rekam Data Peternak), inovasi digital Pemerintah Kabupaten Magelang untuk mendukung pendataan dan pemantauan ternak.
Melalui aplikasi itu, peternak dapat memasukkan data ternak, termasuk identitas melalui barcode pada telinga ternak, serta informasi produktivitas, kesehatan, dan riwayat keturunan.
Data tersebut diharapkan membantu pemerintah daerah memetakan populasi, memantau kondisi ternak, mengantisipasi potensi penyebaran penyakit, dan meningkatkan ketertelusuran ternak.
Peresmian unit pengolahan susu kambing ini menjadi langkah awal bagi Koperasi Produsen Rojo Koyo Utomo untuk mengembangkan usaha secara lebih terintegrasi.
Dengan kelembagaan yang kuat dan akses pasar yang semakin luas, hasil peternakan diharapkan tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.