Pria itu memang sudah lama menggemari taishu engeki. Ia bahkan menyimpan keinginan untuk terjun langsung ke dunia seni tersebut. Keinginannya sempat terhalang oleh keluarga, sampai akhirnya ia melihat papan nama rombongan Tsubaki dan memutuskan untuk mencoba bergabung.
Pertemuan pertama mereka ternyata terjadi karena peran ibu sang wanita. Sejak saat itu, benih ketertarikan mulai muncul. Sang pria mengaku langsung terpikat oleh kecantikan wanita yang usianya jauh lebih tua darinya tersebut.
Sebaliknya, sang wanita melihat pria itu sebagai sosok yang masih sangat muda, tetapi tampan. Keduanya kemudian bertukar kontak dan menjalani hubungan dalam konteks guru dan murid.
Namun, hubungan itu tidak bertahan lama sebagai hubungan profesional semata. Baru tiga hari setelah pria tersebut bergabung dengan rombongan, sang wanita justru mengambil langkah lebih dahulu.
Ia mengatakan kepada pria tersebut bahwa dirinya masih lajang dan memiliki ketertarikan kepadanya. Kedekatan mereka kemudian semakin kuat ketika keduanya mendapat kesempatan tampil bersama dalam sebuah pertunjukan. Mereka memainkan karakter sepasang kekasih dalam cerita mengenai cinta terlarang.
Di atas panggung, batas tim redaksi peran dan perasaan pribadi perlahan menjadi semakin tipis. Sang pria mengaku terpesona ketika melihat wanita tersebut menari. Bahkan, ketika pertama kali menggenggam tangannya, muncul perasaan bahwa ia telah menemukan seseorang yang memang ditakdirkan untuknya.
Hubungan itu akhirnya memasuki tahap yang lebih serius ketika keduanya menghadiri sebuah festival kembang api. Di tengah suasana tersebut, sang pria memberanikan diri mengungkapkan perasaannya.