NADIKABAR.COM — Seorang perempuan asal Palembang, Sumatera Selatan, L (32), menjadi korban dugaan penipuan sekelompok orang yang mengaku debt collector di Kartasura, Jawa tengah. Korban juga diduga sempat dilecehkan.

Kasus ini viral setelah L mengunggah video momen dirinya dikerubungi para pelaku di Instagram. Ia menuding kelompok itu merupakan bagian dari sindikat penipuan.

L mengungkapkan, kasus yang dialaminya terjadi pada Senin (21/9) kemarin. "Kejadiannya kemarin sore, Senin sekira pukul 14.30 WIB," kata L ditemui di Polresta Solo, dilansir NadiKabar, Selasa (22/9/2026).

"Saya mampir minimarket buat beliin air minum anak saya. Pas keluar langsung dikerubung 9 orang laki-laki itu, saya cepat-cepat masuk ke dalam mobil, dan sempat tarik-tarikan," lanjutnya.

Sempat ada tangan yang berusaha meraih kunci mobil Brio bernomor polisi BG-1642-AS melalui jendela yang terbuka sedikit, L dengan menguasainya kembali, menutup kaca, menyalakan mesin mobil, dan mengunci pintu. Saat itu, L dituduh melarikan mobil tersebut.

"Mobil saya terus ditendangin, ditonjokin, saya dimaki-maki, bahkan saya diteriaki maling. Saya dituduhnya mobil dicuri, dilarikan dari Palembang ke Jateng. Padahal itu mobil milik saya sendiri, saya debitur resmi bukan atas nama orang lain," jelasnya.

L mengakui, ada tunggakan cicilan 4 bulan. Namun, dia menegaskan dirinya dipersulit setiap hendak membayar tunggakannya.

"Masih dalam cicilan, memang ada tunggakan tapi itu bukan karena saya yang tidak mau bayar, cuma dari pihak financenya tidak mau buka blokir. Saya ada tunggakan 4 bulan, saya minta dibukakan blokir tapi tidak mau," terangnya.

Dalam kasus itu, L sempat menghubungi polisi lewat 110, lalu didatangi pihak kepolisian. Merasa aman, dia kemudian membuat aduan ke Polsek Kartasura.

"Talang air saya pecah. Kanan kiri semua lecet karena ditendangin ditonjokin, di atas ada bekas tonjokan, Alhamdulillah kaca tidak pecah," ucapnya.

Setelah itu, L berencana membuat aduan terkait dugaan pelecehan seksual yang dia alami dalam kejadian itu. Dia datang ke Mapolresta Solo, namun karena TKP kejadian di Sukoharjo, dia diarahkan untuk membuat laporan ke Polres Sukoharjo.

"Sempat ada tarik menarik kunci, jadi DC itu memaksa masuk tangannya dari kaca, sehingga jilbab saya kebuka. Lalu ada salah satu orang di sebelah kiri memakai kemeja sempat ngomong 'mbak itu t***knya kelihatan' sambil menjulurkan lidahnya," tuturnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Kartasura, Ipda Lasno, membenarkan korban membuat pelaporan.

"Masih dalam penanganan. Korban juga sudah buat laporan aduan di Polsek," ujar dia.