Korban membantah informasi yang menyebutkan bahwa dirinya diintimasi polisi saat pertemuan itu. Sebaliknya, dia mengapresiasi polisi karena meringkus pelaku.

"Untuk polisi terutama tim buser saya ucapkan terima kasih karena mereka juga cepat menangkap pelaku, saya tidak dibentak cuma karena waktu itu saya terharu karena saya ingat anak-anak saya," ungkapnya.

Kasus kekerasan seksual disertai pencurian itu terjadi di rumah korban di Kelurahan Anawai, Kecamatan Wuawua, Senin (14/9) sekitar pukul 02.30 Wita. Saat itu, korban sedang tidur dan menyadari ada orang masuk di kamarnya.