NADIKABAR.COM — Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan tidak akan mengambil posisi terkait pemilu Israel, termasuk soal dukungan untuk Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu. Vance memilih untuk menjaga jarak dari politik elektoral Israel, setelah Presiden AS Donald Trump yang tegas mendukung Netanyahu.

Dalam wawancara dengan jurnalis AS, Mark Halperin, dalam program "2WAY Tonight", seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (20/10/2026), Vance ditanya apakah dirinya turut mendukung Netanyahu dalam pemilu Israel, yang dijadwalkan pada 27 Oktober mendatang, menyusul dukungan terbuka yang disampaikan Trump.

"Presiden memiliki pengaruh dukungan yang paling efektif dalam sejarah politik Amerika maupun internasional. Saya mendukung kandidat-kandidat Amerika, dan itulah yang menjadi fokus saya dalam pemilu sela, jadi saya tidak terlibat dalam pemilu Israel," kata Vance menjawab pertanyaan tersebut.

"Saya tidak anti mendukungnya (Netanyahu-red). Saya tidak pro mendukungnya. Saya tidak terlibat dalam pemilu Israel," tegas Wapres AS tersebut.

Trump, pada Minggu (18/10), menyatakan "dukungan sepenuhnya dan total" terhadap Netanyahu menjelang pemilu Israel. Dalam unggahan panjang via media sosial Truth Social, Trump memuji kepemimpinan Netanyahu dan kemitraannya dengan AS, khususnya dalam menghadapi Iran