NADIKABAR.COM — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menginginkan agar minyak jelantah yang dikelola ibu-ibu melalui bank sampah memiliki nilai ekonomi dan terhubung dengan industri nasional, dalam tinjauan pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan milik Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah, Senin.

"Pengembangan SAF (Sustainable Aviation Fuel) harus berjalan bersama pemberdayaan masyarakat, sehingga minyak jelantah yang dikelola ibu-ibu melalui bank sampah dapat memiliki nilai ekonomi dan terhubung dengan industri nasional," ujar Wapres dikutip dari siaran BPMI Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Senin.

Wapres meninjau pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) berbasis minyak jelantah di PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Senin.