Kilang Cilacap memiliki kapasitas pengolahan 348 ribu barel per hari atau sekitar 31 persen dari total kapasitas kilang Pertamina di Indonesia. Di kilang tersebut, SAF dikembangkan melalui skema pengolahan bersama (co-processing), yakni mengolah minyak jelantah (used cooking oil, UCO) bersama kerosin pada unit Treated Distillate Hydro Treating (TDHT).

Unit TDHT RU IV Cilacap telah beroperasi secara komersial dengan estimasi produksi bersih SAF sekitar 5.075 kiloliter per tahun.