Menanggapi hal tersebut, Bobby Nasution langsung merespons dengan menanyakan kondisi anak kepada para orangtua siswa yang diduga mengalami keracunan MBG. Ia juga menugaskan Kepala Dinas Kesehatan dan pimpinan perangkat daerah terkait untuk segera menindaklanjuti berbagai keluhan tersebut.
Pemprov Sumut juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG. Langkah tersebut diperlukan karena pengalaman sakit yang dialami anak dapat memberikan dampak psikologis.
"Proses pemulihan para siswa tidak berhenti setelah mereka mendapatkan perawatan medis. Pemerintah tetap melakukan pendampingan untuk memastikan kondisi kesehatan dan psikologis mereka terus membaik," sebut Bobby Nasution.
Salah seorang siswa yang mengalami dugaan keracunan MBG, SV, mengeluhkan sering mengalami sakit kepala, sesak, dan sakit perut. Ia menjalani pengobatan jalan di RS Efarina dengan biaya mandiri.