"Akses utama jalan dan jembatan harus dipulihkan secepat mungkin. Utamakan juga aspek keselamatan warga yang melintas," ujarnya.

Selain infrastruktur penghubung antardaerah, Wapres meninjau Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok yang turut terdampak banjir bandang.

Wapres meminta pemerintah daerah melakukan pendataan menyeluruh terhadap fasilitas pemerintahan yang mengalami kerusakan agar penanganannya dapat disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan.

"Untuk fasilitas penyelenggaraan pemerintahan yang terdampak, segera didata mana yang membutuhkan penanganan darurat dan mana yang membutuhkan perbaikan permanen. Yang paling penting, pelayanan kepada masyarakat jangan sampai berhenti," katanya.

Banjir bandang yang terjadi pada Senin malam (21/9) tersebut merusak sedikitnya 12 bangunan perkantoran di wilayah Kabupaten Solok. Pemerintah diminta memastikan layanan publik tetap berjalan selama proses pemulihan fasilitas pemerintahan.