Sadianti mengungkapkan korban sempat menunjukkan respons setelah kecelakaan tersebut. Saat hendak ditolong, korban bahkan sempat bangun dan duduk, kemudian secepatnya dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawa korban tidak tertolong setibanya di rumah sakit itu.
Sadianti mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi pengemudi maupun penyebab kecelakaan tersebut karena berfokus membantu korban. Penanganan terhadap pengemudi dilakukan oleh warga lainnya.
Dalam kesaksiannya, dia menuturkan terdapat tiga orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Satu korban berinisial ATM (14) meninggal dunia, sedangkan dua korban lainnya mengalami luka-luka.
"Saksi, ya, itu korban. Ada tiga korban jadinya. Yang satu kan tuh meninggal. Yang dua ini masih ada kan, luka-luka biasa aja," ungkap Sadianti.