"Langsung saja disapu daripada makin tebal. Tapi terus ada lagi debunya. Khawatir dengan atap, soalnya sudah dibersihkannya," kata dia.

Senada, Dede Sandi (40), warga Cipanas Puncak, mengatakan kawasan Cianjur Utara atau Puncak juga sudah terkena dampak abu vulkanik.

"Iya hampir rata, di kami juga sudah terdampak abu vulkanik. Bangunan, kendaraan, sampai tanaman diselimuti abu," kata dia.

Dia mengaku khawatir tanamannya mati akibat debu yang tebal. "Apalagi sekarang musim kemarau, sudah lama tidak hujan. Jadi susah bersihkan tanaman dari debu," kata dia.