"Kemarin malam diumumkan wajib pakai masker ke sekolah. Malam nyari-nyari masker ke apotek tapi habis. Ini juga jadinya terpaksa beli ke toko swalayan yang harganya cukup mahal untuk pelajar," kata dia.

Tina, seorang pemilik apotek, menyebutkan bahwa lonjakan permintaan terjadi sejak hari pertama abu vulkanik masuk ke Cianjur pada Minggu (6/9). Dalam waktu singkat, puluhan dus masker habis diborong warga.

"Jadi kemarin langsung ludes. Saya stok 40 dus, dibeli semuanya. Sekarang stok kosong," kata dia.

Ia menambahkan, harga masker kini mengalami kenaikan signifikan. Jika sebelumnya dijual Rp 25 ribu per dus, kini harganya melambung ke kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per dus.

"Beli online pun ditolak, kebanyakan jadi dijual langsung dengan harga yang naik. Makanya sekarang stok susah, harga jadi naik," kata dia.