NADIKABAR.COM — Paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyelimuti wilayah Cianjur memicu kelangkaan masker di pasaran. Warga dan pelajar kini kesulitan mendapatkan alat pelindung pernapasan tersebut lantaran stok di apotek habis terjual, sementara harga di tingkat pengecer mulai merangkak naik.
Pantauan di lokasi menunjukkan material abu vulkanik menutupi halaman rumah, kendaraan, hingga jalan protokol. Kondisi ini memaksa masyarakat untuk memperketat penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna menghindari gangguan pernapasan.
Firman (35), salah seorang warga, mengaku harus berkeliling ke sejumlah tempat namun tetap gagal mendapatkan masker. Padahal, ia harus tetap bekerja menggunakan sepeda motor di tengah guyuran abu.
"Setiap hari harus kerja dan saya mengendarai sepeda motor. Untuk menghindari abu masuk pernafasan rencananya pakai masker, tetapi nyari ke beberapa apotek habis stoknya," ujar dia, Senin (7/9/2026).
Kesulitan serupa dialami Alpin (16), seorang pelajar SMK. Ia terpaksa membeli masker di toko swalayan dengan harga yang lebih tinggi karena stok di apotek langganannya telah kosong.