Menurutnya, sisa minyak goreng yang dipakai kerap menjadi persoalan lingkungan karena dibuang sembarangan.

Kehadiran KDKMP Dawuhan sebagai agen penampung minyak jelantah mengubah pandangannya terhadap limbah dapur tersebut.

"Setiap selesai menggoreng di rumah, sisa minyaknya saya kumpulkan sedikit demi sedikit. Dulu cuma dipakai sendiri untuk bikin lilin kalau mati lampu. Sekarang senang sekali karena bisa ditukarkan jadi uang tunai di koperasi. Tentu jadi makin semangat mengumpulkan jelantah dari dapur, karena bisa menambah uang belanja kebutuhan sehari-hari," ujar Samini.

Yati, warga Dawuhan lainnya, mengatakan penukaran minyak jelantah dengan uang tunai dalam program ini membantu perekonomian keluarga.

Menurut dia, program ini juga mengedukasi ibu rumah tangga agar tidak lagi memakai minyak goreng berulang kali, karena berbahaya bagi kesehatan dan bisa merusak lingkungan jika dibuang secara sembarangan.