"Bagi ibu-ibu yang rutin memasak, program ini sangat bermanfaat. Minyak yang tadinya dibuang atau berbahaya kalau dipakai berulang kali, sekarang dikumpulkan dan disetorkan ke koperasi. Minyak jelantah yang dulu tidak bermanfaat kini jadi rupiah dan membawa berkah," ujar Yati.

Ketua KDKMP Dawuhan Suparjo menjelaskan, sejak sosialisasi dilakukan sepekan terakhir, partisipasi warga dan pelaku usaha sangat tinggi.

"Respons masyarakat sangat baik. Untuk tingkat rumah tangga, warga mampu mengumpulkan lebih dari setengah liter per minggu. Sementara dari pelaku UMKM kuliner dan gorengan di sekitar desa, ada yang mampu menyetorkan 10, 20, hingga 25 liter minyak jelantah dalam seminggu," ujar Suparjo.

Dengan manfaat ekonomi dan lingkungan yang nyata, Suparjo berharap kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Koperasi dalam program ini dapat berjalan secara berkelanjutan, agar ekosistem ekonomi sirkular di tingkat desa dapat terus berkembang.