Aktivitas vulkanik ini dirasakan dampaknya di sejumlah wilayah, khususnya Desa Ndokum Siroga dan Desa Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat serta Desa Payung di Kecamatan Payung. Warga Desa Kuta Tengah untuk sementara telah diarahkan mengungsi ke Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan rekomendasi bagi masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi serta tidak memasuki kawasan dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung dan radius sektoral 6 kilometer ke arah selatan-tenggara. Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar.
"Hingga Jumat (4/9), tercatat sekitar 208 kepala keluarga atau 650 jiwa berada dalam pendataan sebagai pengungsi. Sementara itu, kurang lebih 405 jiwa masih berada di Posko Pengungsian Jambur Arih Ersada, Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran. Pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran data untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara tepat," jelasnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung serta mendukung upaya penanganan sesuai kebutuhan di lapangan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, terutama bagi warga yang berada di wilayah rawan terdampak aktivitas erupsi.
Sementara itu, BPBD juga mendistribusikan masker kepada masyarakat yang terdampak debu vulkanik.