Nurman mengatakan, bahwa istrinya juga menjadi korban. Awalnya, ia hanya memberikan bantuan karena menganggap H membutuhkan pertolongan.

Pasalnya, H mengaku bahwa ia membutuhkan uang tersebut untuk digunakan berbagai keperluan, termasuk alasan usaha sembako dan persoalan keluarga.

β€œAwalnya ya emang saya bantu karena kasihan kan, tapi dia (pelaku) malah meminta uang sebesar Rp2 juta kepada istri saya, nah dari situ saya mulai curiga bahwa dia enggak benar,” kata Nurman.

Namun setelah ditelusuri, ternyata alasan yang disampaikan H kepada istrinya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dari situ, dia mulai menelusuri sejumlah transaksi yang telah diberikan istrinya kepada H.

Dia menemukan uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan keluarga malah diberikan kepada H. Total kerugian yang dialaminya sendiri mencapai sekitar Rp89 juta dan telah dilaporkan kepada polisi.

β€œAwalnya saya pikir angkanya cuma Rp27 juta. Saat mediasi sudah Rp57 juta. Ketika saya ke kantor polisi, ternyata bertambah lagi. Dalam laporan saya, totalnya sekitar Rp89 juta,” ujarnya.