Di sisi lain, pelaku usaha penyalur air bersih per tangki mengambil dari sumber di Kapanewon Playen. Adapun jarak dari Playen ke Gedangsari juga terbilang jauh.

"Karena jarak yang jauh, sehari hanya bisa mengantarkan pesanan air ke Gedangsari tiga kali sehari saja," ucapnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul menyebut anggaran dropping air hanya bertahan hingga pertengahan bulan September 2026. Saat ini BPBD telah mengajukan belanja tidak terduga (BTT) karena siaga darurat bencana hidrometeorologi diperpanjang hingga bulan November.

"Anggaran dropping masih ada, perkiraan sampai pertengahan September," kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono.