NADIKABAR.COM — Sejumlah warga Desa Bulak, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, menggelar aksi demo di balai desa setempat. Warga menuntut soal transparansi pengelolaan anggaran desa dan mempertanyakan soal traktor yang diduga digadaikan oknum perangkat desa.

"Warga menuntut agar pemerintah desa (Pemdes) transparan dalam pengelolaan anggaran dana desa dari tahun 2017 hingga tahun 2025. Kami mau lihat seperti apa transparansinya," kata koordinator aksi, Ari Sofian Awandi kepada NadiKabar di lokasi, Senin (14/9/2026).

"Kami juga ingin mempertanyakan terkait bantuan traktor kombil yang diduga digadaikan oleh Carik Desa," sambungnya.

Menurut Ari, selama ini pengelolaan anggaran dana desa dinilai tidak transparan. Dia menyebut Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tidak pernah dilibatkan dalam rapat kebijakan pengelolaan dana desa dan tidak pernah diundang rapat dalam dua tahun terakhir.

"Selama ini BPD tidak pernah dilibatkan dalam rapat kebijakan pengelolaan dana desa, bahkan dua tahun terakhir ini BPD juga tidak pernah diundang dalam rapat," ujar dia.

"Dari situlah muncul kecurigaan kami bahwa pengelolaan dana desa Bulak itu tidak transparan," imbuhnya.

Usai menyampaikan aspirasi, massa warga ditemui Kepala Desa Bulak Zaenal Alimin, Carik Desa Bulak Ainu Rofiq, dan Camat Rowosari Mahmud Eko Saputro. Sempat terjadi perdebatan saat warga meminta carik menjelaskan keberadaan traktor yang diduga digadaikan.

Carik pun menyatakan tidak menggadaikan bantuan traktor kombi itu. Tak puas dengan jawaban itu, warga yang berada di dalam maupun di luar balai desa berteriak dan meminta agar carik itu mundur dari jabatannya.