Aksi massa yang digelar pada Rabu (4/11) waktu setempat itu digelar menyusul kekalahan telak Partai Republik dalam pemilu sela AS, di mana Partai Demokrat berhasil merebut kendali Kongres.

Trump telah mengakui bahwa perang yang dikobarkan AS bersama Israel melawan Iran menjadi faktor kunci dalam kekalahan elektoral tersebut.

Sejak saat itu, para pejabat Iran melontarkan ejekan kepada Trump. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyebutnya sebagai "kekalahan politik" Washington setelah Teheran "memberikan kekalahan strategis kepada Trump di medan perang dan di Selat Hormuz".