Ajang ini menjadi ruang yang mempertemukan dan menyatukan masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran sejumlah kepala daerah non muslim, seperti Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Joanda serta Wali Kota (Walkot) Semarang Agustina Wilujeng.

"MTQ ini tidak hanya lomba membaca dan menghafalkan Al-Qur'an, tetapi di dalamnya mempunyai makna sebagai pesta rakyat yang menyatukan masyarakat lintas agama maupun di lintas latar belakang," ungkap Luthfi.

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (Ketum LPTQ) Nasional Abu Rokhmad mengatakan MTQ Nasional 2026 diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi yang berlaga dalam delapan cabang lomba, 24 golongan, dan 48 kategori musabaqah. Penilaiannya melibatkan 155 dewan hakim profesional yang telah mengikuti tahapan sesuai standar.

Kompetisi berlangsung hingga 20 September 2026 di 12 venue yang tersebar di Kota Semarang. Cabang perlombaan mencakup berbagai kategori usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, serta tilawah dan tafsir dalam tiga bahasa. Adapun kategori hafalan mulai dari satu hingga 30 juz.

Sebagai informasi, MTQ Nasional 2026 dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Pratikno, Menteri Agama RI (Menag) Nasaruddin Umar, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Ketum LPTQ Nasional Abu Rokhmad, Wakil Gubernur (Wagub) sekaligus Ketua LPTQ Jateng Taj Yasin Maimoen, serta Walkot Semarang Agustina Wilujeng.