"Jadi warga mencurigai bahwa oknum mafia tanah ini membayar sejumlah ormas, preman untuk melakukan ini aksi. Ada ratusan yang datang, itu informasinya gabungan ormas," tambah Husni.

Warga yang berupaya bertahan pun turut melakukan serangan balik dengan maksud memukul mundur ormas. Perang kelompok mereda setelah polisi turun ke lokasi.

"Kondisi saat ini masih ada polisi yang berjaga tapi kita tidak tahu ke depan apakah ada teror lagi, karena ini selama mereka tidak dapat lahan ini dipastikan akan meneror warga di dalam," jelasnya.

Menurut Husni, tawuran tersebut mengakibatkan lima warga terkena busur panah. Satu bayi juga dilaporkan dilarikan ke rumah sakit (RS) karena terdampak gas air mata saat polisi membubarkan tawuran.

"Kalau warga kompleks Kodam ada sekitar 5 yang kena busur, kemudian ada 1 bayi kena gas air mata dan baru saja dilarikan ke (RS) Hermina," ungkap Husni.