NADIKABAR.COM — Petugas Sensus Ekonomi 2026 Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Klungkung menemukan warga yang masih khawatir dengan urusan pajak saat didata. Hal ini menjadi salah satu catatan BPS Klungkung saat melakukan penyisiran ulang pendataan di lapangan.
"Masyarakat ragu karena takut pajak. Berbagai berita itu menggiring opini mereka sehingga agak waswas dengan kedatangan petugas. Tapi berjalannya waktu, rasa waswas itu berkurang karena makin banyak orang yang didata membuktikan bahwa sensus ini aman," kata Kepala BPS Klungkung Anak Agung Gede Dirga Kardita saat diwawancarai, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, minimnya sosialisasi juga menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat mudah terpengaruh informasi di media sosial. Akibatnya, petugas sempat kesulitan masuk ke sejumlah wilayah untuk melakukan pendataan.
"Kendala di lapangan mungkin sosialisasi yang kurang, sehingga masyarakat mudah terprovokasi informasi di media sosial. Di awal itu tantangannya besar banget. Petugas kami susah masuk karena kepercayaan responden yang masih ragu," tambahnya.
Namun, seiring berjalannya waktu dan makin banyaknya warga yang didata, kekhawatiran tersebut perlahan mereda. Tantangan lain yang dihadapi BPS Klungkung adalah keberadaan kantor pusat dari sejumlah pengusaha kawasan pariwisata-seperti di Nusa Penida dan Lembongan-yang berdomisili di luar daerah, seperti Denpasar atau Jakarta.
Kondisi ini membutuhkan proses komunikasi dan koordinasi yang relatif panjang. Selain itu, tingginya intensitas kegiatan adat dan keagamaan di Bali selama masa pendataan turut memengaruhi kelancaran di lapangan.