"Juli-Agustus itu hari rayanya banyak banget, sehingga kesibukan masyarakat di lapangan menjadi penghambat juga. Petugas kami kan ketika ada hari raya atau ngaben merasa segan atau tidak enak datang ke rumah warga. Di sisi lain, warga juga sedang sibuk," tuturnya.
Proses verifikasi data (on desk) yang berjalan simultan dengan penyisiran lapangan bertujuan memastikan validitas angka dari pencacahan.
"Misalnya ada pedagang kopi tapi omsetnya tertulis besar karena petugas salah memasukkan angka nol. Yang harusnya Rp 100 ribu dimasukkan Rp 100 juta. Nah, itu yang sedang kami cek sekarang melalui verifikasi on desk," paparnya.
Dirga Kardita memastikan seluruh aktivitas ekonomi, baik usaha perhotelan, homestay, perorangan, berizin maupun belum berizin, akan terekam secara komprehensif.
"Mau punya izin atau tidak, milik perorangan atau pengusaha, tinggal di Klungkung atau tidak, semua pasti ter-capture dan datanya akan ada nanti," pungkas Dirga Kardita.