Namun, setibanya di titik pemberhentian Cirendang, Kuningan, sekitar pukul 07.00 WIB, Umar justru turun lebih awal tanpa sepengetahuan awak bus. Saat itu kondektur tengah sibuk melayani penumpang lain, sehingga tidak menyadari korban telah meninggalkan bus dan kemudian menghilang.
"Adik saya sakit, hilang ingatanya kambuh pas di Jakarta. Terus sama abangnya dianterin pulang, dititipin ke kondektur mobil bus jurusan Kuningan. Pas kondektur lagi nurunin penumpang, itu adik saya ikut turun nggak ketahuan yang ngejagain. Kondektur lagi nurunin bagasi. Di posisi terakhir di mobil masih ada katanya. Pas sudah dekat nggak ketahuan, sudah turun di Cirendang ikut sama yang lain. Namanya hilang ingatan, turun sendiri gitu," tutur Sairin.
Hilangnya Umar Siddik juga dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Kuningan AKP Mugiono. Pihak keluarga tercatat telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kuningan pada Selasa pagi (18/8/2026).