NADIKABAR.COM — Warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, memilih mengungsi karena takut erupsi susulan Gunung Sinabung. Warga mengungsi ke Desa Sukatepu.
"Kami diminta pemerintah untuk mengungsi, kami mau karena takut juga erupsi susulan," kata Roy Sembiring di lokasi pengungsian, Selasa (1/9/2026).
Roy mengungsi bersama istri, orang tua, dan kedua anaknya. Mereka membawa barang seadanya untuk bermalam di Sukatepu.
"Ke sini sama istri, ibu, dan anak dua," ucapnya.
Roy mempunyai pengalaman panjang dalam mengungsi. Pada saat Gunung Sinabung meletus tahun 2010, ia mengungsi dengan pindah-pindah lokasi.
"Kembali menetap itu ke Desa Kuta Tengah itu tahun 2020, sebelumnya pindah pengungsian sejak 2010," jelasnya.
Sementara Eva Br Sinulingga juga menyebutkan hal serupa. Mereka memilih mengungsi karena penga lalu.
"Harapannya agar Gunung Sinabung ini kembali tenang sehingga dapat kembali ke rumah, jangan sampai seperti yang lalu bertahun tahun di pengungsian," tutur Eva Br Sinulingga.
Sebelumnya diberitakan, Warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, dievakuasi akibat erupsi Gunung Sinabung. Sebanyak 490 dievakuasi oleh pihak satuan tugas (Satgas).
"Iya Kuta Tengah (dievakuasi), satu desa saja," kata Sekda Karo Gelora Kurnia Putra Ginting, Selasa (1/9/2026).
Jumlah warga yang dievakuasi sekitar 490-an KK. Mereka dievakuasi ke Desa Sukatepu di Kecamatan Naman Teran.
"Losd Desa Sukatepu dan Koperasi Merah Putih Sukatepu di Kecamatan Naman Teran," ujarnya.
Saat ini proses evakuasi masih berlangsung. Pihak TNI terlihat berangkat dari Posko Satgas untuk melakukan evakuasi.
Rencana awal, ada dua desa yang bakal dievakuasi. Namun saat ini yang dievakuasi masih satu desa.
"Jadi kondisinya begini, kita rencanakan memang ada dua desa kita evakuasi, sesuai dengan rekomendasi," Kepala Pelaksana BPBD Karo Juspri M Nadaek saat dihubungi, Selasa (1/9).
Kedua desa itu adalah Desa Payung, Kecamatan Payung dan Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat. Pihak Pemkab Karo saat ini masih berdialog dengan warga yang bakal dievakuasi.
"Namun sekarang kita masih berdialog dengan masyarakat ini yang akan kita evakuasi," tuturnya.