NADIKABAR.COM — Masyarakat dan pemuda Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, meminta tenaga kerja lokal dan pelaku UMKM diprioritaskan dalam pembangunan Pelabuhan Kilo yang dibiayai APBN senilai Rp85,11 miliar.

Koordinator lapangan Irfan Kilat mengatakan masyarakat mendukung pembangunan Pelabuhan Kilo karena diharapkan membuka lapangan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

"Kami tidak menolak pembangunan. Kami mendukung pembangunan Pelabuhan Kilo, tetapi pembangunan harus menghadirkan keadilan dan manfaat bagi masyarakat lokal," katanya saat menyampaikan aspirasi di lokasi pembangunan Pelabuhan Kilo, Selasa.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur tersebut perlu memberikan ruang bagi masyarakat Kilo untuk terlibat, terutama melalui kesempatan kerja bagi tenaga lokal dan peluang usaha bagi pelaku UMKM.

Ia mengatakan aktivitas ekonomi yang tumbuh dari keberadaan pelabuhan semestinya memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar kawasan.

"Masyarakat lokal memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan yang adil. Anak-anak muda Kilo harus diberi ruang untuk bekerja. Pelaku UMKM harus diberi kesempatan untuk berkembang," ujarnya.

Selain kesempatan kerja dan usaha, masyarakat meminta aspek lingkungan menjadi perhatian dalam pembangunan dan aktivitas Pelabuhan Kilo.