"Bayangkan saja, rata-rata kami mengantre bisa sampai tiga jam baru dapat. Aktivitas terganggu karena banyak waktu yang terbuang," katanya.

Dia mengungkapkan tidak semua pengendara yang antre berjam-jam dipastikan mendapatkan BBM. Sebab, ada beberapa kejadian pengendara harus pulang tanpa mendapatkan BBM.

"Parahnya itu, karena tidak jarang kita kehabisan BBM sebelum melakukan pengisian. Padahal kami sudah mengantre lama sampai kendaraan mengular sepanjang satu kilometer," ucapnya meyakinkan.

Keluhan serupa disampaikan warga bernama, Mawan. Dia mengaku heran karena stok BBM di tingkat pengecer juga tiba-tiba sulit ditemukan dan jika tersedia harganya tembus Rp 25 ribu per botol ukuran 1,5 liter.